Posts

Cah Angon

Cah Angon          “... Cah anggon, cah anggon, penekno blimbing kui, lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dododiro ...”              Kata “Cah Angon” dikutip dari sebuah tembang Jawa berjudul Lir-Ilir. Tembang yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga sebagai media perantara menyebarkan agama Islam. Secara arti, Cah Angon diartikan sebagai anak penggembala, tetapi dalam konteks ini merupakan anak penggembala yang menjalankan lima rukun sholat (dari kata belimbing yang memiliki lima gerigi). Namun, kali ini saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai hal tersebut.          Cah Angon yang akan saya bahasa kali ini yaitu suatu tempat penginapan di Karangpandan. Tepatnya di Gedangan, Salam, Karangpandan, Kabupaten Karangayar, Jawa Tengah. Pondok Cah Angon ini diatur untuk kegiatan-kegiatan eksplorasi alam. Di sekitar pondok terdapat tanaman palawija dan banyak kelinci berkeliaran. Hal i...

SPN 2017

SPN 2017         Tepat satu tahun lalu, saya menjadi siswa SPN 2017. Awalnya, saya pikir itu semacam sekolah untuk menjadi pengurus organisasi legislatif di kampus. Ternyata, tidak juga. SPN memang sekolah. Sekolahnya para calon pemimpin negeri, yang dibekali softskill dan hardskill . Banyak cerita di SPN. Salah satunya, saya mendapatkan keluarga baru. Ketika saya menjadi mahasiswa baru, mungkin belum banyak relasi yang saya miliki. Dengan mengikuti SPN, saya memiliki teman-teman dari berbagai program studi. Selain itu, banyak pengalaman seru yang saya dapatkan. Pengalaman yang paling saya ingat yaitu ketika kami diberikan waktu untuk diskusi. Di situlah kesempatan kami mengeluarkan ide dan bertukar pikiran. Bahkan kami juga harus menyatukan pemikiran ketika tim kami dipilih untuk mempresentasikan hasil diskusi kami. Itu luarbiasa.   SPN berlangsung selama satu bulan. Selama satu bulan itu, saya benar-benar sedang duji kesabarannya. Karena setiap akhir ...

SPN 2018

SPN 2018 27 September 2018 adalah kumpul perdana siswa SPN (Sekolah Pembaharu Negeri) di acara Pra-Grand Opening SPN 2018. Saya diamanahi menjadi wali kelas Kelompok Ken Arok. Nama kelompok diambil dari nama para pahlawan. Kelompok saya terdiri atas 10 siswa dari berbagai program studi, baik program studi di kampus pusat maupun kampus wilayah.                 Sore itu, saya benar-benar dibingungkan oleh dua jadwal yang bersamaan. Kumpul dengan siswa atau saya memilih hadir di kelas TOEFL yang saya ikuti. Dua kegiatan tersebut memiliki pertimbangan masing-masing. Saya tidak mungkin bisa mengikuti kedua kegiatan di waktu bersamaan. Saya harus memilih salah satu. Ya, berangkat kelas TOEFL memang kewajiban saya karena saya sudah membayar lunas biaya kelas. Namun, tidak menghadiri pertemuan perdana wali kelas SPN dengan siswa pun pasti membuat para siswa merasa tidak diperhatikan. Saya pernah berada di posisi...

Taman Begonia Lembang

Image
TAMAN BEGONIA LEMBANG   taken by other  Liburan semester genap lalu, saya dan keluarga berlibur ke Bandung. Kebetulan di sekolah tempat ayah saya mengajar mengadakan tour . Ayah saya tidak mau berlibur sebatang kara. Akhirnya kami sekeluarga diajak berlibur ke Bandung. Bandung memang terkenal dengan julukan Kota Kembang. Eksistensinya tidak diragukan lagi. Salah satu tempat wisata yang menjadi daya tarik Bandung karena taman bunganya. Destinasi pertama yang kami kunjungi di Bandung yaitu Taman Begonia. Taman Begonia terletak di Wisata Lembang, Bandung Barat. Keindahan bunga-bunga menjadi daya tariknya. Tiket masuknya cukup murah sekitar Rp10.000 rupiah per satu pengunjungnya. Taman Begonia ini buka setiap harinya mulai jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Cukup lama untuk bisa menikmati keindahannya. Taman Begonia juga disertai spot-spot foto dengan berbagai properti yang menarik. Biasanya, banyak pengunjung yang berfoto selfie untuk diunggah ke media sosialnya, terma...

AAI (Asistensi Agama Islam) sebagai Benteng Mahasiswa UNS terhadap Isu Islamophobia

AAI (Asistensi Agama Islam) sebagai Benteng Mahasiswa UNS terhadap Isu Islamophobia Islam merupakan agama tanpa kekerasan, mencintai perdamaian, dan menentang pertikaian. Tidak mungkin agama seperti ini beraliran keras (radikal). Islam sebagai rahmatan lil alamin   (rahmat bagi semesta alam) yang justru mengharamkan terjadinya tindak terorisme. Bahkan, Islam mengajarkan untuk saling memaafkan, tidak mencela agama lain dan menghormatinya. Dalam surah  al-Anbiya’ ayat 107, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَمَاأَرْسَلْنَكَ إِلاَّرَحْمَةَ لِلْعَلَمِيْنَ “ Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam, “ (Q.S. al-Anbiya’: 107). Saat ini, Islam berusaha dijauhkan dari para pemuda, didiskriminasi hingga muncul pemuda anti Islam. Hal tersebut menimbulkan ketakutan dan membuat phobia dan dijuluki islamophobia. Istilah islamophobia muncul pasca tragedi World Trade Center (WTC) 11 September 2001 di New York. Sejak saat itu, Isl...

Membumikan Budaya Literasi

MEMBUMIKAN BUDAYA LITERASI Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), membaca adalah kegiatan melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis.  Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan minat baca masyarakat yang masih rendah. Merujuk data United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tahun 2012, indeks minat baca masyarakat Indonesia   baru mencapai 0,001%.   Menurut pemeringkatan World’s Most Literate Nations Ranked angka tersebut menduduki urutan ke-60 dari total   61 total negara di dunia. Demikian, diperlukan solusi untuk mengatasi rendahnya minat baca masyarakat melalui pembiasaan budaya literasi sejak dini dan berlangsung secara terus menerus. Melalui budaya literasi ini diharapkan dapat meningkatkan pola pikir masyarakat sehingga akan terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia. Budaya literasi merupakan kunci memajukan bangsa, karena membaca dan menulis adalah roh dalam dunia pendidikan (Amrullah, 20...

Hafidzah

Hafidzah -Perempuan Penghafal Al-Qur'an-             Hari kemarin mungkin menjadi kado terindah untuk Yasmin, adik kelas saya ketika di Pesantren. Yasmin memang sosok yang bisa dijadikan teladan bahkan untuk kakak-kakak kelasnya. Selisih usia kami tiga tahun, tetapi dia jauh lebih dari kami. Di usianya yang muda, sebelum masuk pesantren dia sudah memiliki bekal satu juz yaitu juz Amma. Mulai dari kelas satu MTs dia masuk dalam kelas Tahfidz untuk menambah hafalan Al-Qur’an hingga kini ia duduk di kelas 3 MA. Enam tahun di pondok ia habiskan untuk bersekolah dan menghafal Al-Qur’an. Pesantren kami bisa dibilang masih memperhatikan sekolah para santrinya di pendidikan formal. Bahkan terdapat enam jenjang pendidikan di   pesantren kami yaitu MTs, Takhasussiyah, MA, SMA, dan SMK. Standar lulusan pesatren kami yaitu mampu menghafalkan 3 juz, dan 5 juz untuk kategori Syahadah. Namun, belakangan ini pesantren kami bisa mencet...