Posts

AAI (Asistensi Agama Islam) sebagai Benteng Mahasiswa UNS terhadap Isu Islamophobia

AAI (Asistensi Agama Islam) sebagai Benteng Mahasiswa UNS terhadap Isu Islamophobia Islam merupakan agama tanpa kekerasan, mencintai perdamaian, dan menentang pertikaian. Tidak mungkin agama seperti ini beraliran keras (radikal). Islam sebagai rahmatan lil alamin   (rahmat bagi semesta alam) yang justru mengharamkan terjadinya tindak terorisme. Bahkan, Islam mengajarkan untuk saling memaafkan, tidak mencela agama lain dan menghormatinya. Dalam surah  al-Anbiya’ ayat 107, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَمَاأَرْسَلْنَكَ إِلاَّرَحْمَةَ لِلْعَلَمِيْنَ “ Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam, “ (Q.S. al-Anbiya’: 107). Saat ini, Islam berusaha dijauhkan dari para pemuda, didiskriminasi hingga muncul pemuda anti Islam. Hal tersebut menimbulkan ketakutan dan membuat phobia dan dijuluki islamophobia. Istilah islamophobia muncul pasca tragedi World Trade Center (WTC) 11 September 2001 di New York. Sejak saat itu, Isl...

Membumikan Budaya Literasi

MEMBUMIKAN BUDAYA LITERASI Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), membaca adalah kegiatan melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis.  Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan minat baca masyarakat yang masih rendah. Merujuk data United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tahun 2012, indeks minat baca masyarakat Indonesia   baru mencapai 0,001%.   Menurut pemeringkatan World’s Most Literate Nations Ranked angka tersebut menduduki urutan ke-60 dari total   61 total negara di dunia. Demikian, diperlukan solusi untuk mengatasi rendahnya minat baca masyarakat melalui pembiasaan budaya literasi sejak dini dan berlangsung secara terus menerus. Melalui budaya literasi ini diharapkan dapat meningkatkan pola pikir masyarakat sehingga akan terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia. Budaya literasi merupakan kunci memajukan bangsa, karena membaca dan menulis adalah roh dalam dunia pendidikan (Amrullah, 20...

Hafidzah

Hafidzah -Perempuan Penghafal Al-Qur'an-             Hari kemarin mungkin menjadi kado terindah untuk Yasmin, adik kelas saya ketika di Pesantren. Yasmin memang sosok yang bisa dijadikan teladan bahkan untuk kakak-kakak kelasnya. Selisih usia kami tiga tahun, tetapi dia jauh lebih dari kami. Di usianya yang muda, sebelum masuk pesantren dia sudah memiliki bekal satu juz yaitu juz Amma. Mulai dari kelas satu MTs dia masuk dalam kelas Tahfidz untuk menambah hafalan Al-Qur’an hingga kini ia duduk di kelas 3 MA. Enam tahun di pondok ia habiskan untuk bersekolah dan menghafal Al-Qur’an. Pesantren kami bisa dibilang masih memperhatikan sekolah para santrinya di pendidikan formal. Bahkan terdapat enam jenjang pendidikan di   pesantren kami yaitu MTs, Takhasussiyah, MA, SMA, dan SMK. Standar lulusan pesatren kami yaitu mampu menghafalkan 3 juz, dan 5 juz untuk kategori Syahadah. Namun, belakangan ini pesantren kami bisa mencet...

Tunda Krisis Energi, Lalu Kembangkan Potensi Sumber Daya Terbarukan

  Tunda Krisis Energi, Lalu Kembangkan Potensi Sumber Daya Terbarukan Oleh : Arina Zaida Ilma Kebutuhan energi sedang menjadi perhatian dunia. Energi merupakan kebutuhan dasar manusia di abad 21 ini sebagai prasyarat untuk melakukan perekonomian. Semakin hari, kebutuhan energi meningkat seiring dengan bertambahnya pertumbuhan penduduk di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami peledakan jumlah penduduk atau disebut bonus demografi. Bonus demografi berlangsung dari tahun 2010 dan akan berakhir pada tahun 2035. Berdasarkan Proyeksi Penduduk Indonesia tahun 2016 yang dikeluarkan oleh Bappenas, BPS dan UNFPA (2013), Indonesia memasuki era bonus demografi yang puncaknya terjadi pada tahun 2028-2030. Demikian masih ada kesempatan bagi generasi muda, terutama usia produktif (15-64 tahun) untuk memanfaatkan era tersebut secara optimal. Generasi muda harus memiliki dan memperkuat karakter serta keterampilan yang dilengkapi inovasi yang baik. Krisis energi menj...

FKIP, Riwayatmu Kini

FKIP, Riwayatmu Kini Apa yang teman-teman pikirkan ketika mendengar kata “FKIP”? Kebanyakan dari kita pasti berpikir jika masuk FKIP nantinya akan menjadi guru, sesuai dengan namanya yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sebelum lahirnya UU Guru dan Dosen, memang para sarjana lulusan FKIP otomatis berhak menjadi guru karena telah dibekali ijazah dari kampus dan akta IV sebagai surat izin mengajar di sekolah. Namun, setelah dikeluarkannya peraturan di bawah UU Guru dan Dosen No 14 tahun 2005, guru merupakan sebuah profesi. Oleh sebab itu, seorang sarjana pendidikan harus mengikuti kuliah Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama setahun dan masih berjuang mencari pekerjaan menjadi guru di sekolah-sekolah. Apabila kita menilik kesejahteraan guru di beberapa negara maju di dunia, profesi guru sangat dijunjung tinggi dan dihargai. Guru di luar negeri akan disetarakan dengan pegawai di suatu instansi terkemuka. Dedikasi guru terhadap dunia pendidikan menjadi hal penting, karena...

Manfaat Kewirausahaan

Manfaat Kewirausahaan Pak dosen muda itu bertanya, “ Kalian tahu tidak kenapa Sarjana Pendidikan dibekali Mata Kuliah Kewirausahaan? ” “Saya tahu pak, kewirausahaan itu penting buat mahasiswa, karena setelah lulus belum tentu ia selamanya akan menjadi pekerja, semakin banyak sarjana maka pesaing di dunia kerja pun akan meningkat, dan apakah kita hanya diam? Jika kita dibekali dengan materi kewirausahaan ketika kuliah, maka ketika lulus kita bisa membuka lapangan pekerjaan semisal kita tidak mendapat pekerjaan,” jawab Nyoman memecahkan keheningan kelas. Nyoman adalah teman sekelas saya. Terlihat dari namanya ia berasal dari Bali. Pagi itu suasana kelas hening, tidak seperti biasanya. Saya memang tipe orang yang suka memperhatikan sekeliling saya. Tampaknya semua mahasiswa yang didominasi oleh perempuan terpesona dengan sang dosen muda itu, hanya ada empat mahasiswa laki-laki saja. Inisialnya Pak B, mungkin lebih enaknya dipanggil Mas B. Mas B ini merupakan dosen professional...

Manfaat Menangis Bagi Kesehatan

Manfaat Menangis Bagi Kesehatan                 Kali ini saya akan memaparkan beberapa fakta terkait manfaat menangis bagi kesehatan. Kebanyakan fakta tersebut memang benar adanya ketika seseorang sedang menangis tanpa disadari ia sedang memulihkan kesehatannya. Yuk simak guys >> 1.        Pelega rasa Terkadang kita dihantui dengan berbagai masalah yang silih berganti dan membuat kejenuhan serta rasa bosan. Bahkan ketika kita berada di puncak permasalahan, kita ingin meluapkan dengan emosi tetapi kadangkala tidak bisa. Aada beberapa orang yang justru memilih jalan keluar dengan menangis. Saya sendiri pun begitu. Ketika masalah tersebut benar-benar sudah tidak bisa saya kendalikan, maka saya akan menenangkan diri terlebih dahulu sampai bisa menangis. Ketika menangis, saya merasakan rasa lega. Ternyata, di balik itu tersimpan fakta bagi kesehatan bahwa pada saat menang...